PANAS! Setelah Rekonstruksi, Kuasa Hukum Tersangka MK Buka Suara – Sebut Proses Transparan, Soroti Bantahan Pihak Korban Tanpa Dasar

Reporter: candra | Editor: candra

Kuasa Hukum MK Soroti Bantahan Pihak Korban Tak Berdasar

PANAS! Setelah Rekonstruksi, Kuasa Hukum Tersangka MK Buka Suara – Sebut Proses Transparan, Soroti Bantahan Pihak Korban Tanpa Dasar

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Polemik kasus kematian tragis gadis muda asal Batu Bandung, Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, kembali menjadi sorotan publik. Usai rekonstruksi dilakukan oleh Polres Kepahiang, kuasa hukum tersangka MK, Emilia Puspita yang akrab disapa Ita Jamil, akhirnya mengeluarkan suara pada Selasa (31/3/2026).

Ita menegaskan bahwa seluruh proses rekonstruksi di lokasi kejadian telah berjalan sesuai aturan dan dilakukan dengan terbuka lebar.

“Tidak ada yang ditutupi-tutupi. Semua pihak bisa menyampaikan keberatan jika menemukan ada yang tidak pas. Kalau ada kejanggalan, langsung sampaikan saja agar masuk ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Rekonstruksinya transparan, semua orang bisa menyaksikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengangkat bicara terkait sikap kuasa hukum pihak korban yang dinilai sering melontarkan bantahan tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, sejumlah pernyataan yang beredar malah memicu kegaduhan di ruang publik, terutama di media sosial.

“Saat di lokasi rekonstruksi, tidak ada satupun pihak yang ingin membantah. Tapi setelah selesai, justru muncul berbagai bantahan di medsos. Kenapa tidak disampaikan langsung di lokasi saat proses berlangsung?” ujarnya dengan nada heran.

Ita menilai, dinamika seperti ini berpotensi memperkeruh suasana dan mengarahkan opini publik ke arah yang tidak kondusif.

Namun demikian, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja pihak kepolisian yang dinilai telah bekerja secara profesional dalam menangani perkara ini – mulai dari penetapan tersangka hingga pelaksanaan rekonstruksi.

“Kerja polisi sudah patut diacungi jempol. Semua dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur,” pungkasnya.

Kasus ini hingga kini masih menjadi perhatian luas masyarakat Kepahiang dan sekitarnya. Semua pihak kini menantikan kelanjutan proses hukum yang diharapkan mampu mengungkap secara jelas dan terbuka penyebab kematian korban.

Exit mobile version