News  

Lemah Sinyal, Tiga Desa Di Kepahiang Diprioritaskan Dapat Bantuan Tower BTS

“Tiga Desa Lemah Sinyal Di Kepahiang Diprioritaskan Dapat Bantuan Tower BTS Oleh Kominfo”


KEPAHIANGNEWS.COM – Sebanyak tiga desa di Kecamatan Seberang Musi Kepahiang, dengan keadaan susah sinyal atau lemah sinyal. Diantaranya ada Desa Tebat Laut, Desa Talang Babatan, dan juga Desa Bayung.
Dengan keadaan sperti itu tidak sedikit banyak masyarakat yang mengeluhkan susahnya sinyal untuk berkomunikasi di tengah era tehnologi saat ini. Dengan keadaan tersebut, tiga desa berpotensi mendapatkan bantuan pengadaan tower BTS dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ini setelah Diskominfo Kabupaten Kepahiang, melakukan pengusulan pengadaan tower BTS kepada pihak Kementerian sejak tahun 2022 lalu.
Kepala Diskominfo Kepahiang Dicky Iswandi ST mengatakan, sejak tahun 2022 lalu sudah ada 10 desa di Kecamatan Seberang Musi yang diusulkan untuk pengadaan tower karena lemah sinyal. Hanya saja ketika disurvei langsung oleh pihak Kementerian beberapa waktu lalu, hanya tiga desa yang berpotensi mendapatkan bantuan tower tersebut.
“Alasan beberapa desa di Kecamatan Seberang Musi yang kami usulkan tersebut. Berawal dari banyaknya masyarakat yang mengajukan untuk pengadaan tower BTS lantaran lemah sinyal bahkan nyaris blank spot. Untuk itulah kami lakukan survei awal, dan menetapkan beberapa desa di Kecamatan tersebut untuk diusulkan. Namun dari pemantauan yang dilakukan pihak Kementerian, hanya tiga desa saja yang berpotensi mendapat bantuan, dan masuk kategori P2,” ujar Dicky.
Meski demikian dijelaskan Dicky, hal itu baru sebatas usulan dan potensi saja untuk mendapat bantuan tersebut. Karena dikatakannya, sampai saat ini pihak Diskominfo Kepahiang masih akan melakukan usulan lebih lanjut terhadap pengadaan tower tersebut. Bahkan dikatakannya, pihaknya masih akan menyerahkan proposal kepada Kementrian.
“Kita akan upayakan semaksimal mungkin, agar tiga desa yang sudah dimasukkan pada kategori P2 tersebut benar mendapat bantuan pengadaan tower. Jadi kita lihat saja sampai akhir tahun 2023 nanti. Yang jelas keputusan direalisasikannya atau tidak tergantung dengan Kementerian Pusat, bukan kami yang menentukannya,” terang Dicky.
Dirinya juga menjelaskan, untuk proses mendapat bantuan tersebut. Masih banyak hal yang dipertimbangkan oleh pihak Kementerian. Karena untuk di Provinsi Bengkulu sendiri hanya Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah, dan juga Bengkulu Utara yang mendapat bantuan. 
Dimana dikatakan Dicky, semua aspek seperti jumlah penduduk, potensi wisata, padatnya bangunan, serta lainnya, menjadi penilaian sendiri untuk Kementrian Pusat mempertimbangkan pemberian bantuan.
“Banyak hal yang masih dipertimbangkan pada pemberian bantuan tower tersebut. Dan alhamdulillah kami sudah dipanggil ke Bandung untuk menindaklanjuti persoalan itu. Namun kedepannya pada akhir tahun nanti, kita masih akan melaksanakan wawancara terakhir di Kementrian secara langsung,” singkatnya.(aa)
Exit mobile version