KEPAHIANGNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang menerima penyampaian aspirasi dari forum yang mengatasnamakan Masyarakat Kepahiang Bergerak pada Rabu (02/02/2021) diruang Komisi 1 Kantor DPRD Kabupaten Kepahiang. Kehadiran forum ini diterima langsung oleh Pimpinan DPRD dan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepahiang.
Disampaikan juru bicara Masyarakat Kepahiang Bergerak Syandes Sandes Syahputra bahwa maksud dan kedatangannya ke DPRD Kabupaten Kepahiang adalah menyampaikan sejumlah aspirasi diantaranya terkait permasalahan aset yang terbengkalai, masjid agung, keluhan masyarakat seperti banjir dan mutasi pejabat yang dinilainya sembarangan.
“Tadi kami sudah menyampaikan dalam hearing beberapa poin kepada pimpinan DPRD dan Pimpinan AKD. Beberapa diantaranya terkait aset daerah yang terbengkalai, masjid agung, keluhan masyarakat seperti banjir dan sebagainya,” Kata syandes syahputra.
Ia mengakui sangat mengapresiasi DPRD yang telah dengan baik menerima aspirasi mereka.
“Alhamdulillah tadi telah diterima dengan baik dan kami sudah mendapatkan jawaban dari hearing yang dilakukan tadi,” Ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Windra Purnawan, SP mengungkapkan bahwa DPRD telah menjawab semua aspirasi masyarakat Kepahiang bergerak. DPRD pun telah menyampaikan sejumlah rencana solusi yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepahiang.
“Sudah kita sampaikan kepada mereka bahwa harus dipahami soal masjid agung, nanti kita akan panggil panitia pembangunannya, apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan. Kemudian terkait banjir di jembatan konak akan kita sampaikan kepada provinsi bahwa drainase yang menyebabkan banjir harus diperbaiki, bila tidak bisa kita minta Dinas PU Kabupaten Kepahiang untuk meminta aset tersebut diberikan ke Kabupaten untuk kita perbaiki,” Paparnya.
Ia juga menambah kan terkait Merek Kepahiang alami dan danau suro tidak bisa dianggarkan perbaikannya.
” Itu tidak bisa kita anggarkan karena bukan tanah pemerintah daerah atau tanah negara,” Pungkas Windra Purnawan.(aa)
