KepahiangNews.com-Rejang Lebong – Asa masyarakat Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, yang selama ini menanti akses penghubung lebih baik, perlahan mulai menemukan titik terang.
Sebuah excavator kini mulai bergerak di lokasi pembangunan. Suara mesin alat berat menjadi tanda bahwa Jembatan Perintis Garuda di Desa Tabarenah resmi memasuki tahap pengerjaan.
Tak sekadar menghadirkan infrastruktur, proses awal pembangunan ini juga diwarnai semangat gotong royong. Warga bersama personel Kodim 0409/Rejang Lebong bahu-membahu menyiapkan lokasi pembangunan jembatan.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan jembatan bukan hanya soal beton dan konstruksi, tetapi juga tentang bagaimana TNI dan masyarakat berjalan bersama membuka akses menuju kehidupan yang lebih mudah.
Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang diwujudkan di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas warga.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada M.Tr, Opsla, menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik.
Menurutnya, keterlibatan TNI bersama masyarakat juga menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan di wilayah.
Jembatan beton tersebut direncanakan memiliki panjang 9 meter dan lebar 3 meter. Nantinya, keberadaan jembatan ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 230 kepala keluarga atau kurang lebih 456 jiwa, terutama masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada sektor pertanian dan mobilitas antarwilayah.
Bagi warga Tabarenah, bergeraknya excavator hari ini bukan sekadar dimulainya sebuah proyek.
Di balik deru mesin dan aktivitas pembangunan, tersimpan harapan agar hasil pertanian lebih mudah dibawa, aktivitas warga semakin lancar, anak-anak lebih mudah beraktivitas, dan hubungan antarwilayah tak lagi terkendala akses.
Satu jembatan mulai dibangun. Satu harapan masyarakat pun perlahan mulai menemukan jalannya.
