Kepahiangnews.com-Kepahiang – Hujan dengan intensitas tinggi membuat kondisi jalan raya yang menghubungkan wilayah Cinto Mandi, Langgar Jaya, hingga Damar Kencana semakin memburuk. Kondisi ini menjadi beban berat bagi para petani setempat, yang kesulitan mengangkut hasil pertanian khususnya komoditas kopi.
Jalan sepanjang 13 kilometer tersebut sudah lama tidak mendapatkan perhatian pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Kepahiang dikarenakan keterbatasan anggaran. Sebelumnya, pembangunan jalan ini hampir terealisasikan melalui dana pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), namun tidak dapat diselesaikan hingga tuntas.
Petani lokal, Imelda, pada Senin (2/2/2026) mengungkapkan bahwa para pelaku usaha pertanian harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk mengangkut hasil panen mereka.
“Biaya angkut kopi menjadi sangat mahal dengan kondisi jalan seperti ini, mencapai Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Bayangkan saja jika hasil panen mencapai 1 ton, maka kita harus mengeluarkan biaya angkut hingga Rp5 juta,” ujar Imelda kepada Kepahiangnews.com.
Ia menambahkan, harapan utama para petani adalah agar pemerintah segera melakukan pembangunan jalan tersebut, sehingga proses pengangkutan komoditas pertanian dapat berjalan lebih lancar dan efisien. Kondisi buruknya jalan bukan hanya dirasakan dirinya sendiri, melainkan seluruh komunitas petani di wilayah tersebut.
“Bertahun-tahun kita merasakan beban mahalnya ongkos angkut kopi, terutama saat musim hujan membuat jalan semakin tidak layak. Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi ini secara serius,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepahiang tengah memperjuangkan usulan pembangunan jalan Langgar Jaya tersebut. Bupati H. Zurdinata, S.Ip telah mengajukan usulan pembangunan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
