
Terlihat tanaman terong petani kuning akibat kemarau.
KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Alami kemarau panjang sudah hampir tiga bulan lebih, petani sayur mayur yang ada di Kabupaten Kepahiang saat ini sering kali mengalami gagal panen.
Hal tersebut terjadi dikarenakan kemarau panjang yang terjadi saat ini. Walaupun sayur mayur yang ditanam oleh para petani dilakukan penyirmaan secara manual menggunakaan tank sprot, akan tetapi hasil yang didapat masih saja tidak memuaskan.
Petani sayur Wargi (53) asal Desa Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan Kepahiang mengatakan, saat ini petani sayur di desanya sangat mengeluhkan seringnya gagal panen yang terjadi. Karena akibat kemarau panjang, sayur mayur yang ditanam para petani mengalami rusak, mati bahkan kering. Walaupun tumbuh, sayur mayur yang ditanam tidak bisa menghasilkan seperti yang diharpakan oleh para petani.
“Sudah hampir tiga bulan lebih kami mengalami kekeringan, sayur mayur yang ditanam saat ini sering rusak dan mati, bahkan gagal panen”, terang Wargi.
Selain kemarau panjang dan petani sering mengalami gagal panen. Saat ini harga sayur mayur yang dijual petani saat ini mengalami anjlok. Harga dengan modal yang dikeluarkan sangat jauh, mengigat kamarau dan harga pupuk serta racun saat ini semakin melambung tinggi harganya.
“Sudah harga murah, dilanda kemarau, tambah susah petani tahun ini pak”, cetusnya lagi.
Ia berharap, semoga dalam waktu dekat ini, harga komoditi sayur mayur di Kabupaten Kepahiang mengalami peningkatan harga, agar dampak kemarau yang dirasakan petani saat ini tidak terlalu membuat para petani mengeluh terus”, tutupnya. (aa)