<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Keracunan MBG &#8211; Kepahiang News</title>
	<atom:link href="https://www.kepahiangnews.com/tag/keracunan-mbg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kepahiangnews.com</link>
	<description>News &#38; Entertainment</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 10:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-cropped-Salinan-dari-Kepahiang-News-4-1-32x32.png</url>
	<title>Keracunan MBG &#8211; Kepahiang News</title>
	<link>https://www.kepahiangnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Laboratorium Keluar, Dinkes Kepahiang Pastikan Dugaan Keracunan MBG Dipicu Bakteri Staphylococcus Aureus</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/06/hasil-laboratorium-keluar-dinkes-kepahiang-pastikan-dugaan-keracunan-mbg-dipicu-bakteri-staphylococcus-aureus.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/06/hasil-laboratorium-keluar-dinkes-kepahiang-pastikan-dugaan-keracunan-mbg-dipicu-bakteri-staphylococcus-aureus.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 10:09:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6481</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Kepahiangnews.com-Kepahiang – Misteri penyebab puluhan siswa SD Negeri 18 Kabupaten Kepahiang mengalami gangguan kesehatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Kepahiang –</strong> Misteri penyebab puluhan siswa SD Negeri 18 Kabupaten <a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/07/dorong-kemajuan-desa-bupati-bersama-wakil-bupati-sekda-dan-ketua-dprd-kepahiang-silahturahmi-ke-kemendes-pdtt.html">Kepahiang</a> mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya mulai terungkap. Berdasarkan hasil investigasi epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang menemukan adanya hubungan kuat antara makanan yang dikonsumsi siswa dengan gejala yang dialami korban.</p>
<p>Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan pengujian sampel makanan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu serta pemeriksaan sampel muntahan korban di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan laboratorium BPOM Bengkulu, ditemukan cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada sampel nasi yang dikonsumsi siswa dengan jumlah mencapai 1,3 x 10³ koloni per gram. Sementara itu, hasil pemeriksaan muntahan korban juga menunjukkan keberadaan bakteri yang sama.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, SKM., M.Si, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan kesamaan temuan laboratorium tersebut menjadi indikator kuat adanya hubungan epidemiologis antara makanan yang dikonsumsi dengan kejadian yang dialami para siswa.</p>
<p>&#8220;Setelah dilakukan investigasi dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus baik pada sampel nasi maupun pada muntahan penderita. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara makanan yang dikonsumsi dengan gejala yang dialami siswa,&#8221; ujar Tajri Fauzan, Rabu (17/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang dikenal sebagai penyebab keracunan pangan. Kontaminasi bakteri tersebut umumnya berasal dari penjamah makanan, peralatan yang kurang higienis, maupun proses penyimpanan makanan matang yang tidak memenuhi standar sanitasi.</p>
<p>&#8220;Hasil laboratorium juga menunjukkan bahwa parameter lain seperti Salmonella, Bacillus cereus, boraks, formalin dan nitrit tidak mengarah sebagai penyebab utama kejadian. Karena itu fokus evaluasi akan diarahkan pada aspek higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam laporan resmi Dinas Kesehatan disebutkan, kadar nitrit yang ditemukan pada sampel nasi hanya sebesar 0,1 mg/kg atau berada pada tingkat yang sangat rendah dan tidak berkaitan dengan gejala akut yang dialami para siswa.</p>
<p>Berdasarkan hasil investigasi, Dinas Kesehatan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan epidemiologis yang kuat antara makanan yang dikonsumsi dengan kejadian gangguan kesehatan yang terjadi. Temuan bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan dan muntahan penderita menjadi dasar kuat dugaan keracunan pangan tersebut.</p>
<p>Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang merekomendasikan sejumlah tindakan, mulai dari pembinaan higiene dan sanitasi bagi pengelola makanan, pemeriksaan kesehatan penjamah makanan secara berkala, penguatan pengawasan internal terhadap proses pengolahan makanan, hingga penyediaan sistem food security untuk pemeriksaan sampel makanan di dapur penyedia MBG.</p>
<p>&#8220;Kami menginginkan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan baik karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak. Namun aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Ke depan seluruh tahapan pengolahan, penyimpanan dan penyajian makanan akan diperketat pengawasannya agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,&#8221; tegas Dr. Tajri Fauzan.</p>
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang memastikan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi bersama pihak terkait guna menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Kepahiang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/06/hasil-laboratorium-keluar-dinkes-kepahiang-pastikan-dugaan-keracunan-mbg-dipicu-bakteri-staphylococcus-aureus.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260617_170814.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
